Photobucket

Pembentukan Awan Hujan - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

Friday, April 8, 2011
Para ilmuwan telah mempelajari berbagai jenis awan dan menyadari bahwa awan pembawa hujan terbentuk dengan sistem dan urutan tertentu. Bentuknya pun tertentu dan terkait dengan jenis angin dan tipe awan.


Salah satu awan pembawa hujan adalah awam CUMULONIMBUS. Ahli cuaca telah mempelajari pembentukan jenis awan ini dan bagaimana ia menghasilkan hujan, es, serta petir.


Mereka menemukan bahwa awan cumulonimbus melewati urutan berikut ini untuk menghasilkan hujan:
  1. Awan didorong oleh angin: Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin mendorong beberapa awan kecil (awan cumulus) ke daerah tempat berkumpulnya awan-awan ini.
  2. Penyatuan: Kemudian awan-awan kecil ini bergabung, menyatu dan membentuk awan yang lebih besar.
  3. Penumpukan: Ketika awan-awan kecil ini bersatu, dorongan ke atas pada bagian dalam awan yang semakin besar ini meningkat. Dorongan ke atas pada bagian tengah awan lebih kuat dibandingkan dengan pada bagian pinggir. Alhasil tubuh awan ini tumbuh semakin besar secara vertikal, sehingga seolah-olah awan ini ditumpuk-tumpuk. Pertumbuhan ke atas ini menjadikan tubuh awan mencapai daerah yang lebih dingin pada lapisan atmosfer atas. Di sanalah tetesan-tetesan air dan butiran es terbentuk dan mulai tumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah lebih besar dan berat dibandingkan dengan dorongan ke atas yang menyangga mereka, jatuhlah air dan es ini sebagai gerimis, hujan ataupun hujan es

Bahaya Penyakit WAHN

Monday, March 28, 2011

Wahn adalah Cinta dunia dan takut mati
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda berkenaan dengan keinginan kaum kafir untuk membinasakan kaum muslimin dan islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbumakanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakahkarena sedikitnya kamiwaktu itu? Beliau bersabda: Bahkankalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapikamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, kaum kafirsaling mengasung untuk menjajah islam, negeri-negerinya serta penduduknya. Kedua, negeri-negeri muslimin adalah negeri-negeri sumber kabaikan dan barakah yang mengundang air liur kaum kafir untuk menjajahnya. Ketiga, kaum kafir mengambil potensi alam negeri muslimin tanpa rintangan dan halangan sedikitpun. Keempat, kaum kafir tidak lagi gentar terhadap kaum muslimin karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Allah dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Allah menjanjikan kepada kaum muslimin dalam fimannya,



“Akankami jangkitkan dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah, di mana Allah belum pernah menurunkan salah satu pun tentangnnya”. (Q.S Ali Imran: 151)

Dari hadits inimengertilah kita bahwa kekuatan umat islam bukanlah terletak pada jumlah dan perbekalannya, atau padaartileridan logistiknya. Akan tetapi kekuatannyaterletak pada aqidahnya.seperti yang kita saksikan ketika beliau shalallahu’alaihi wa sallam menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan jumlah, maka beliau jawab, “Bahkan ketika itu kalianbanyak sekali, akan tetapi kalian seperti buih di atas aliran air”.
Bersambung....(belum selesai)

Ketika Jilbab Hanya Sebagai Asesoris

Thursday, December 9, 2010
     Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini dengan jilbabnya, terangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian tubuhnya.
     Na’udzubillahi min dzalik, jika contoh yang dilukiskan itu sudah menjadi gambaran dari muslimah-muslimah sekarang ini. Niatnya memang baik, menutup aurat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. Hanya saja, seringkali aurat yang ditutup tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dituntunkan oleh Islam.
     Lihatlah, betapa banyak perempuan-perempuan yang mengaku beragama Islam, mengenakan jilbab, tetapi masih mempertontonkan bentuk lekuk tubuhnya. Salah bergerak sedikit, bagian tubuhnya bisa kelihatan. Mininya jilbab yang dikenakan seringkali malah membuat rambutnya yang panjang menjuntai keluar.

     Kasus lain, ketika para ibu yang menghadiri walimahan mengenakan jilbab, namun lengan kebayanya masih transparan. Usai walimahan, biasanya mereka menanggalkan jilbab seolah-olah jilbab hanyalah sebagai asesoris untuk walimahan saja.
     Sama halnya dengan para siswi atau mahasiswi yang sekolah atau kuliah di sekolah atau universitas Islam yang mewajibkan untuk mengenakan jilbab, mau tidak mau mereka harus mengenakan jilbab ketika berada di lingkungan sekolah atau kampus. Di luar itu, mereka dengan mudahnya tanpa beban membiarkan rambutnya tidak tertutup oleh jilbab.
     Bahkan, ada juga sebagian mengenakan jilbab hanya karena merasa lebih cantik jika berjilbab. Rambutnya yang kurang bagus untuk diperlihatkan, terpaksa harus ditutupi. Jilbab modis yang dikenakan bisa mengalihkan penampilannya, hingga ia terlihat lebih mempesona dengan berjilbab.
     Sesempit inikah makna jilbab bagi para wanita muslimah? Amat sangat disayangkan jika jilbab hanya diartikan sebagai asesoris semata.

Memberikan Nilai sebagai Cermin

Menilai, yah.. inilah yang menjadi kebiasaan orang pada umumnya termasuk saya dan juga antum semua. Begitu mudahnya orang memberikan penilaian kepada orang lain. Memberi nilai ‘baik’atau ‘buruk’ seseorang hanya berdasar persepsi pribadi, tanpa mencoba meninjau dari berbagai sudut pandang yang lain apalagi ber-tabayyun. Ironisnya, seringkali penilaian ‘baik’atau ‘buruk’seseorang kadang hanya berdasar apa yang tampak di luar saja.

Seperti halnya yang pernah dialami oleh seseorang, sebut saja si A. Kala itu, ia bersama dengan segerombolan pria bertato, berpakaian tidak rapi dan nyaris sangat mirip dengan seorang preman. Kebetulan, saat itu ada tetangganya yang melihatnya bersama segerombolan yang (menurut tetangganya) ‘tidak baik’ tersebut.

Apa yang terjadi kemudian? Tetangga tersebut tanpa bertanya lebih lanjut kepada yang bersangkutan, langsung menyebut bahwa si A telah salah bergaul. Bahkan, ia dinyana telah terpengaruh dengan kehidupan menyesatkan dan terlibat kasus narkoba.

0610'09

Tuesday, October 6, 2009
Perasaan awal yg begitu berkobar seakan jiwa-jiwa pahlawan...(haha...berle)..namun berakhir dng sbuah ganjalan yg mungkin dan tak seharusnya dirasa. kadang pikiran dengan hati ada kalanya tdk singkron dan ini memang benar. hal ini yg menjadi tersangka utamanya adalah hati, mencoba mengikuti apa yg dikata hati ternyata memang harus hati juga yg harus bekerja...hemmm...hingga sampai detik ini memang belum menemukan titik terang ataupun pelajaran dari hal ini. pertanyaan dan kemungkinan - kemungkinan yg di munculkan oleh akal kadang membuat gerah...aarrgghh...seakan musuh dalam selimut. karena kekalahannya untuk menguasai semuanya maka dimunculkannya imajinasi-imajinasi yg mampu membuat skitaran menjadi...huhuhu...ya ya ya butuh waktu saja dan mungkin waktu yg mampu menjawabnya...hemmm....semoga!!!